Bahaya Vape atau Rokok Elektrik Untuk Kesehatan

Bahaya vape atau rokok elektrik bagi kesehatan tidak jauh berbeda dengan rokok elektrik. Keduanya mengandung nikotin, yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, dari penyakit mulut hingga kanker.

Pernahkah Anda mendengar istilah vapor, pod atau e-cigarette? Pada dasarnya, tidak ada perbedaan antara vaping dan rokok elektrik. Vape atau pod adalah jenis rokok elektrik yang digunakan untuk menghirup nikotin melalui corong yang terhubung secara magnetis ke tubuh perangkat. Meskipun rokok elektrik diharapkan lebih sehat daripada rokok biasa, ada risiko vaping yang harus diwaspadai.

Pods adalah rokok elektrik terbaru yang dirancang untuk menghasilkan lebih banyak nikotin dengan daya yang lebih sedikit daripada jenis rokok elektrik lainnya. Pod dapat diisi ulang dengan berbagai tingkat garam nikotin, biasanya sekitar 2,5%, dengan maksimum 6%.

Banyak orang tertarik untuk memulai dengan rokok elektrik karena rokok dianggap sebagai pengganti yang ‘lebih sehat’. Bahkan, kini banyak remaja dan dewasa muda yang mulai mencoba jenis rokok elektrik dan vape ini.

Kandungan Rokok Tembakau vs Vape

Anda mungkin sering bertanya bahwa vaping lebih sehat daripada rokok. Padahal, kandungan keduanya tidak jauh berbeda, dan Anda perlu berhati-hati karena dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan Anda.

Menurut ALA, vape meliputi:

  • Nikotin
  • Propilen glikol
  • Karsinogen
  • Diasetil
  • Diethylene glycol
  • Akrolein
  • Benzene
  • Kadmium

Berikut kandungan rokok tembakau yang sedikit berbeda dengan vaping:

  • Nikotin
  • Tar
  • Karbon monoksida
  • Karsinogen (acetaldehyde, formaldehyde, dsb.)
  • Toluene
  • Stiren
  • Resornikol
  • Pyridin
  • Fenol
  • Nitrit oksida
  • Hidroquinon
  • KromiumKatekol
  • Butyraldehyde
  • Ammonia
  • Aseton

Mengingat kandungan keduanya, jelas bahwa rokok tembakau mengandung zat yang lebih bahaya daripada vape. Hal ini juga sejalan dengan pernyataan CDC bahwa aerosol vaping lebih aman bagi perokok daripada rokok karena mengandung lebih sedikit zat beracun.

Namun, bersama dengan rokok, uap atau e-rokok tidak berbeda dalam hal efek nikotin. Keduanya mengandung zat berbahaya nikotin, yang dapat menyebabkan berbagai penyakit berbahaya.

Bahaya Vape Bagi Kesehatan

Asap rokok elektronik seperti polong tidak setajam asap rokok. Aromanya juga lebih mudah ditoleransi oleh non-perokok. Namun yang jelas vaping berbahaya bagi kesehatan bahkan bisa mengancam nyawa.

Berikut risiko kesehatan dari rokok elektrik yang harus diwaspadai:

1. Peningkatan risiko penyakit paru-paru

Sejauh ini, belum ada penelitian mendalam tentang hubungan antara risiko rokok vaping dan penyebab penyakit paru-paru. Namun, laporan pengguna rokok elektrik Ford yang mengalami penyakit ini terus bertambah.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), dikutip oleh Harvard Health, melaporkan peningkatan penyakit paru-paru di antara pengguna e-rokok seperti Ford. Terutama bagi perokok remaja dan dewasa muda.

Para peneliti percaya masalah paru-paru dari pod vaping disebabkan oleh kandungan cairan daripada infeksi. Gangguan paru-paru bisa diakibatkan oleh alergi, iritasi dari bahan kimia yang digunakan, atau respon imun tubuh terhadap berbagai uap kimia yang terhirup.

2. Peningkatan risiko masalah jantung

Sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa aerosol cair dari rokok elektrik mengandung partikulat, oksidan, aldehida, dan nikotin. Saat terhirup, kandungan nikotin dan bahan kimia lainnya dapat menyebabkan gangguan jantung dan peredaran darah.

Studi lain mengkonfirmasi asumsi ini dengan laporan tentang risiko rokok elektrik terhadap kesehatan jantung. Penelitian telah menunjukkan peningkatan detak jantung pada pengguna rokok elektrik nikotin seperti Pods.

Risiko penggunaan vaping nikotin juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, yang dapat menyebabkan masalah jantung dalam jangka panjang.

Salah satu produsen pod tersibuk di pasaran memiliki kandungan nikotin yang sangat tinggi. Mereka mengklaim bahwa salah satu produknya memiliki kandungan nikotin yang sama dengan sebungkus rokok.

3. Mengganggu kesehatan gigi dan mulut

Selain paru-paru dan jantung Anda, risiko vaping cair juga memengaruhi kesehatan gigi dan mulut Anda. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa menggunakan pod vaping dapat membuat permukaan gigi Anda lebih rentan terhadap pertumbuhan bakteri.

Rokok elektrik juga telah dikaitkan dengan peradangan gusi dan menyebabkan iritasi pada gusi, mulut dan tenggorokan. Rokok elektrik yang bebas nikotin atau yang mengandung nikotin, seperti polong, semuanya berisiko merusak sel dan jaringan mulut.

4. Kerusakan Kesehatan Sel

Risiko polong untuk sel-sel tubuh juga tidak sedikit. Berikut adalah beberapa di antaranya.

  • Disfungsi sel
  • Stres oksidatif
  • Kerusakan pada DNA
  • Ini mengganggu perkembangan otak. Risiko ini ada pada pengguna pod nikotin di bawah usia 25 tahun.

Menurut WHO, bahaya vape juga bisa menyebabkan kanker. Disfungsi seluler, stres oksidatif, dan kerusakan DNA adalah tiga faktor risiko POD dan juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker.

5. Menyebabkan Gangguan Otak

Bahaya vape selanjutnya karena kandungan nikotinnya dapat mengganggu fungsi otak terutama pada remaja. Hal ini karena, pada masa remaja, bagian otak yang bertanggung jawab untuk mengendalikan pengambilan keputusan dan mengatur impuls belum sepenuhnya terbentuk dan sangat rentan terhadap kerusakan.

Ini mengarah pada risiko risiko kesehatan yang sembrono, seperti nikotin dan asupan obat-obatan terlarang. Selain itu, orang muda yang terpapar nikotin memiliki risiko kecanduan, gangguan mood, dan kesulitan belajar yang lebih tinggi.

6. Menyebabkan Sakit Mata

Penggunaan rokok elektrik dapat menyebabkan senyawa organik volatil (VOC). Pada kadar tertentu, zat VOC dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan. VOC juga dapat menyebabkan sakit kepala, mual, dan kerusakan pada ginjal, hati, dan sistem saraf.

Tips menggunakan rokok elektrik atau rokok elektrik

Risiko vaping seperti pod tidak berbahaya seperti rokok konvensional. Namun, bukan berarti rokok elektrik sama sekali bebas dari risiko gangguan kesehatan.

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan rokok elektrik, berikut adalah beberapa tips bermanfaat untuk membantu Anda meminimalkan bahayanya.

  • Perhatikan komposisi rokok elektrik. Pastikan tidak ada bahan kimia berbahaya.
  • Yang terbaik adalah menghindari rokok elektrik yang mengandung nikotin, seperti polong. Kecuali jika Anda ingin menggunakan
  • pod sebagai transisi dari rokok lama Anda. Menggunakan polong dengan kandungan nikotin berkurang dapat membantu.
  • Hindari rokok elektrik beraroma untuk meminimalkan kandungan kimia.
  • Minum banyak air untuk menghindari masalah mulut.
  • Rajinlah menyikat gigi untuk menjaga kesehatan mulut.

Jika Anda mengalami gejala yang tidak biasa setelah menggunakan polong atau rokok elektrik lainnya, segera temui dokter Anda. Apalagi jika Anda memiliki riwayat asma. stroke atau masalah kesehatan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.