Darah Haid Sedikit, Apa Penyebabnya?

Hypomenorrhea adalah darah haid yang jauh lebih sedikit dari biasanya. Menstruasi yang tidak teratur dan tidak cukup dapat disebabkan oleh stres, penurunan berat badan yang cepat, penggunaan kontrasepsi, efek samping obat-obatan tertentu, dan penyakit seperti PCOS, penyakit tiroid, dan gangguan makan.

Siklus menstruasi setiap wanita pasti berbeda. Beberapa wanita memiliki siklus menstruasi yang panjang, sementara yang lain memiliki siklus menstruasi yang lebih pendek. Ada juga orang yang memiliki volume darah menstruasi tinggi dan volume darah menstruasi rendah.

Pada dasarnya, siklus menstruasi Anda selalu sama atau konstan setiap bulannya. Namun, ada kondisi tertentu yang bisa membuat menstruasi terasa janggal karena jumlah darah haid yang lebih sedikit atau lebih sedikit dari biasanya.

Berapa jumlah normal darah haid?

Rata-rata jumlah darah haid yang keluar setiap haid adalah 30-40ml, namun beberapa wanita mengeluarkan sekitar 60ml darah saat haid.

Hypomenorrhea adalah suatu kondisi dimana darah haid terlalu sedikit atau terlalu kurang dari 30ml per periode menstruasi. Di sisi lain, hipermenore mengacu pada suatu kondisi di mana darah menstruasi diproduksi lebih dari 90ml atau berlebihan dalam satu siklus.

Hypomenorrhea merupakan salah satu jenis gangguan menstruasi yang harus diwaspadai karena bisa merujuk pada gangguan lain yang menyerang tubuh Anda.

Ketahui tentang penyebab darah haid sedikit

Pendarahan menstruasi ringan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Misalnya, faktor seperti usia, kehamilan, gaya hidup, dan ketidakseimbangan hormon mempengaruhi munculnya kondisi kesehatan tertentu. Penjelasannya adalah sebagai berikut.

1. Efek Stres

Stres, terutama stres yang berlebihan, sering dikaitkan dengan salah satu penyebab aliran menstruasi yang rendah. Kondisi mental ini bisa berasal dari tekanan fisik maupun psikis.

Tekanan pekerjaan, konflik dengan pasangan atau anggota keluarga, dan kehilangan orang yang dicintai adalah contoh stres yang disebabkan oleh kondisi psikologis. Di sisi lain, stres akibat kondisi fisik dapat berupa olahraga yang berlebihan dan diet yang terlalu ketat.

Satu studi menemukan bahwa stres dapat mengganggu siklus menstruasi dengan menekan hormon yang berperan dalam proses ovulasi. Ini mungkin salah satu penyebab volume darah haid yang rendah atau siklus menstruasi yang tidak teratur.

Tapi tidak perlu khawatir. Ketika stres mental dan fisik berkurang, siklus menstruasi dan volume darah haid kembali normal.

2. Efek Usia

Faktor usia mempengaruhi siklus menstruasi seorang wanita. Aliran darah yang lancar dan periode menstruasi yang lama bisa dialami oleh remaja yang baru saja melewati masa pubertas.

Di sisi lain, siklus menstruasi bisa tidak teratur, dan volume darah menstruasi rendah saat Anda memasuki masa menopause.

Perimenopause adalah masa transisi pramenopause, biasanya di akhir usia 30-an dan awal 40-an. Pada saat ini, tubuh wanita menunjukkan gejala awal menopause akibat perubahan hormonal.

3. Penurunan Berat Badan

Penurunan berat badan, terutama penurunan berat badan yang ekstrem, dapat menyebabkan siklus menstruasi yang tidak teratur, yang dapat menyebabkan kekurangan darah menstruasi. Apa alasannya?

Lemak dibutuhkan sebagai bahan baku pembentukan hormon. Kurangnya lemak karena penurunan berat badan yang cepat dapat membingungkan kadar hormon tubuh Anda. Akibatnya, hormon berhenti bekerja dengan baik dan memengaruhi siklus menstruasi Anda.

4. Konsumsi obat-obatan tertentu

Ada beberapa jenis obat yang dapat mempengaruhi siklus menstruasi dan mempengaruhi volume darah haid yang sedikit. Berikut adalah contoh.

  • Aspirin dan ibuprofen.
  • Pengencer darah.
  • Obat untuk mengobati penyakit tiroid.
  • Pengobatan epilepsi.
  • Antidepresan.
  • Obat kemoterapi.
  • Obat-obatan yang digunakan dalam terapi sulih hormon.

5. Kehamilan

Wanita tidak boleh mengalami menstruasi saat hamil. Namun, noda darah bisa terjadi. Kondisi ini dapat disalahartikan sebagai aliran menstruasi yang rendah jika status kehamilan tidak diketahui.

Padahal, bercak darah bukanlah pendarahan menstruasi, melainkan gejala awal kehamilan yang disebut pendarahan implantasi. Seperti namanya, pendarahan implantasi adalah jenis pendarahan yang terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel pada endometrium. Kondisi ini biasanya berlangsung selama dua hari.

6. Menyusui

Menyusui dapat membuat periode ovulasi Anda tidak teratur, yang akan mempengaruhi bagaimana aliran menstruasi Anda akan terlihat lebih sedikit.

Produksi prolaktin, hormon yang berperan penting dalam produksi ASI, dapat menghambat proses ovulasi dan menunda datangnya menstruasi untuk sementara waktu. Tapi jangan khawatir. Tamu bulanan akan kembali beberapa bulan setelah melahirkan.

7. Penggunaan pil KB

Jika Anda menggunakan metode pengendalian kelahiran seperti pil atau suntikan KB, Anda mungkin mengalami periode volume darah yang lebih rendah dan durasi yang lebih pendek dari biasanya.

Gangguan menstruasi terjadi karena kontrasepsi hormonal mencegah tubuh wanita melepaskan sel telur dan dinding rahim tidak menebal. Kondisi ini biasa terjadi saat menggunakan alat kontrasepsi untuk pertama kalinya.

8. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Haid yang tidak teratur bisa menjadi salah satu gejala PCOS. Kondisi ini disebabkan oleh berlebihannya hormon androgen (hormon seks pria) yang bisa mengganggu proses ovulasi.

Akibatnya, aliran darah menstruasi menjadi tidak teratur dan tidak teratur, mengakibatkan sedikit atau tidak ada menstruasi untuk jangka waktu tertentu.

9. Gangguan Tiroid

Produksi hormon tiroid yang terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat mempengaruhi kelancaran menstruasi. Misalnya, sedikit atau tidak ada menstruasi.

10. Gangguan Makan

Gangguan makan seperti anoreksia nervosa dan bulimia juga bisa menyebabkan menstruasi tidak teratur dan tidak cukup. Gangguan makan juga dapat menyebabkan penurunan berat badan dan mempengaruhi hormon yang mengontrol periode menstruasi.

Dalam beberapa kasus, volume darah haid yang sedikit bukanlah kondisi yang perlu dikhawatirkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.